Dari Tionghoa ke Nusantara: Perjalanan Wayang Mpopetir di Indonesia
Wayang Mpopetir atau Potehi merupakan seni pertunjukan boneka tangan yang berasal dari Tiongkok, tepatnya dari provinsi Fujian. Kesenian ini kemudian diperkenalkan oleh para perantau Tionghoa ke berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Nusantara, Wayang Mpopetir mengalami perkembangan yang unik dan menjadi bagian dari budaya lokal.
Awalnya, pertunjukan Wayang Mpopetir hanya dipentaskan di komunitas Tionghoa, khususnya di klenteng-klenteng. Namun, seiring waktu, kesenian ini juga dinikmati oleh masyarakat umum dari berbagai latar belakang etnis. Pertunjukan ini menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat lokal di Indonesia.
Perjalanan Wayang Mpopetir di Indonesia penuh dengan tantangan. Pada masa Orde Baru, banyak ekspresi budaya Tionghoa yang dibatasi, termasuk pertunjukan Potehi. Namun, setelah reformasi, kesenian ini kembali mendapatkan ruang untuk berkembang. Berbagai komunitas seni di Gresik, Surabaya, dan Lasem aktif menghidupkan kembali tradisi ini dengan pementasan di festival budaya dan kegiatan keagamaan.
Selain cerita klasik dari Tiongkok, beberapa kelompok Mpopetir di Indonesia mulai memasukkan cerita rakyat lokal dalam pertunjukannya. Misalnya, kisah Panji dari Jawa, atau cerita-cerita heroik dari Nusantara lainnya. Akulturasi ini membuat Wayang Mpopetir semakin kaya dan beragam.
Kini, Wayang Mpopetir menjadi simbol harmoni budaya di Indonesia. Perjalanannya dari negeri Tiongkok ke tanah Nusantara menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu melintasi batas geografis dan menyatukan berbagai komunitas dalam kebersamaan.